Wednesday, June 5, 2013

Indahnya Menjaga Jantung Negeri

Hutan merupakan jantung negeri yang sangatlah berperan penting dalam kehidupan orang banyak khususnya masyarakat sekitar yang langsung merasakan manfaatnya. Oleh karena itu pengelolaan hutan dengan  melibatkan masyarakat di sekitarnya sangat membantu usaha pelestarian hutan. Apabila masyarakat sampai batas tertentu dapat memanfaatkan potensi hutan, maka masyarakat diharapkan dapat mempunyai tanggung jawab untuk memeliharanya, karena hutan mempunyai manfaat langsung bagi kehidupan keluarganya. Permasalahan saat ini adalah sulitnya mengendalikan perambah untuk mengolah lahan di dalam kawasan hutan, disebabkan karena masalah ekonomi. Hal ini akan terus berlanjut selama tidak adanya larangan dan tindakan tegas dari aparat yang terkait dengan pelestarian hutan. Untuk itu diperlukan data/informasi keadaan sosial ekonomi masyarakat disekitar hutan lindung dan tingkat partisipasinya, agar tetap melestarikan hutan lindung dan memanfaatkannya secara sosial ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraannya. Rincian kasus penebangan liar hutan pertahun sudah mewarnai betapa buruknya kinerja aparat dan masyarakat yang terlihat jelas kurang bekerja sama padahal kita hidup dalam lingkup dan ruang yang sama. Sekilas kita lihat beberapa kasus pembalakanliar setahun lalu sebut saja Hutan nasional rusak akibat pembalakanliar yang merugikan Negara ini hampir ratusan triliun di tahun 2012 saja sekitar 42 hektar hutan di Indonesia hutan gundul, dari kasus ini menimbulkan berbagai bencana yang meninpa Indonesia mulai dari banjir bandang, tanah longsor ini semua karena ulah manusia yang belum bisa mengendalikan diri yang memang semua didasari oleh faktor ekonomi yang menjerat kita, sehingga mereka merelakan menjual nyawa sebagian orang yang tidak bersalah. Dalam satu tahun saja bencana alam yang disebabkan oleh hutan yang gundul sudah terjadi sebanyak 56 kerugian yang tak terhitung dan korban jiwa yang berjatuhan. Dampak dari kerusakan hutan Penebangan hutan secara ilegal ini juga menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi hutan itu sendiri maupun lingkungan di sekelilingnya. Secara umum, dampak penebangan hutan menyebabkan: pertama, masalah pemanasan global; kedua, masalah degradasi tanah; dan ketiga, mempercepat kepunahan keanekaragaman hayati di dalamnya.
A.          Masalah pemanasan Global
Dampak dari pemanasan global akan sangat meningkat bila kelestarian dan keutuhan hutan tidak dipelihara. Ada beberapa akibat yang akan muncul akibat pemanasan global ini, antara lain terjadinya perubahan iklim. Hal ini akan mempercepat penguapan air sehingga berpengaruh pada curah hujan dan distribusinya. Akibat selanjutnya adalah terjadinya banjir dan erosi di daerah-daerah tertentu. Seperti kasus yang terjadi di Pontianak ( Kalimantan Barat ) dan Nias ( Sumatra Utara ) yang menelan korban materi dan nyawa yang sangat besar. Musim kering yang berkepanjangan juga akan melanda daerah-daerah yang areal hutannya digunduli, bahkan dibakar. Sebagai contoh adalah kebakaran hutan Kalimantan Barat. Resiko yang timbul kemudian adalah banyaknya lahan yang dibiarkan kosong.
B.                 Masalah Degredasi Tanah
Penebangan hutan secara tak terkendali pasti juga menyebabkan degradasi tanah dan berkurangnya kesuburan tanah. Data dari Biro Pusat Statistik menyebutkan bahwa lahan produktif yang telah diolah di Indonesia sebanyak 17.665.000 hektar. Sebesar 70 % dari lahan itu adalah lahan kering. Sisanya adalah lahan basah. Akibat penebangan liar yang terjadi banyak lahan kering yang tidak digarap. Akibatnya erosi menjadi mudah terjadi dan tanah berkurang kesuburannya.
C.     Mempercepat Kepunahan Keanekaragaman Hayati
Masalah ini cukup mendapat perhatian penting saat ini. Berdasar penelitian para ahli, dikatakan bahwa jumlah spesies binatang atau spesies burung semakin berkurang, khususnya di Kalimantan Barat. Akibat penebangan hutan yang dilakukan terus menerus, banyak hewan yang menyingkir dan mencari habitat yang baru. Misalnya, harimau Kalimantan semakin terjepit karena tempat tinggalnya semakin sempit dan terus di babat. Bukan tidak mungkin bahwa tahun-tahun mendatang spesies harimau akan punah. Para ahli memperkirakan bahwa pada tahun 2015 dengan penggundulan hutan tropis di Kalimantan akan menyebabkan punahnya 4-8% spesies dan 17,35 % pada tahun 2040.


Dalam sebuah situs Bapak Presiden Indonesia memberikan tips 6 cara untuk menjaga kelestarian Hutan kita yaitu :
1.      Kita terus berupaya menjaga kelestarian hutan primer agar hutan itu bisa menyerap CO2 yang disebut carbon capture. Dengan menjaga hutan itu kita juga menjaga kelestarian biodiversity yang luar biasa yang ada di negeri kita.
2.      Indonesia terus bekerja untuk memberantas pembalakan liar, memerangi illegal logging. Illegal logging yang untung adalah perusahaan-perusahaan yang menggunduli hutan itu dengan keuntungan yang berlipat ganda. 
3.      Indonesia mencegah kerusakan dan menata penggelolaan lahan gambut. Ini harus dilakukan, sebab kalau tidak maka akan terjadi emisi CO2 yang tidak kecil.
4.      Kita juga terus melakukan penghutanan kembali, reboisasi, reforestation, dengan tujuan kita ingin mengembalikan dan terus meningkatkan luasan hutan di negara kita.
5.      Indonesia berupaya melakukan pencegahan dan menanggulangi kebakaran hutan. Kebakaran hutan ini bisa karena alam, karena panas yang luar biasa, tapi kadang-kadang juga karena kecerobohan masyarakat sehingga hutan terbakar.
6.      Meskipun tidak dilakukan di hutan itu sendiri, tapi di seluruh negeri ini adalah gerakan nasional menanam dan memelihara pohon yang tahun lalu sudah kita awali, kita mulai dengan sasaran 1 miliar pohon setiap tahun. Hasilnya tidak akan kita rasakan dua sampai tiga tahun dari sekarang.

Kronologi yang terjadi saat ini sebagian hutan kita sudah gundul, namun kita telah berupaya dengan melestarikan hutan dengan membuat suatu lembaga peduli lingkungan, dan memulai dari segala kepedulian dari hal kecil dahulu seperti tidak membuang sampahsembarangan, tidak mengalih fungsikan tanah, dan mulailah mulai saat ini dan selamany auntuk saling menjaga dan mempertahankan hutan yang ada dengan terus menanam pohon sebagai asset kita di tahun tahun depan. 

No comments:

Post a Comment