Hutan merupakan jantung negeri yang sangatlah berperan penting
dalam kehidupan orang banyak khususnya masyarakat sekitar yang langsung
merasakan manfaatnya. Oleh karena itu pengelolaan hutan dengan melibatkan masyarakat di sekitarnya sangat
membantu usaha pelestarian hutan. Apabila masyarakat sampai batas tertentu
dapat memanfaatkan potensi hutan, maka masyarakat diharapkan dapat mempunyai
tanggung jawab untuk memeliharanya, karena hutan mempunyai manfaat langsung
bagi kehidupan keluarganya. Permasalahan saat ini adalah sulitnya mengendalikan
perambah untuk mengolah lahan di dalam kawasan hutan, disebabkan karena masalah
ekonomi. Hal ini akan terus berlanjut selama tidak adanya larangan dan tindakan
tegas dari aparat yang terkait dengan pelestarian hutan. Untuk itu diperlukan
data/informasi keadaan sosial ekonomi masyarakat disekitar hutan lindung dan
tingkat partisipasinya, agar tetap melestarikan hutan lindung dan
memanfaatkannya secara sosial ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Rincian kasus penebangan liar hutan pertahun sudah mewarnai betapa buruknya
kinerja aparat dan masyarakat yang terlihat jelas kurang bekerja sama padahal
kita hidup dalam lingkup dan ruang yang sama. Sekilas kita lihat beberapa kasus
pembalakanliar setahun lalu sebut saja Hutan nasional rusak akibat
pembalakanliar yang merugikan Negara ini hampir ratusan triliun di tahun 2012
saja sekitar 42 hektar hutan di Indonesia hutan gundul, dari kasus ini
menimbulkan berbagai bencana yang meninpa Indonesia mulai dari banjir bandang,
tanah longsor ini semua karena ulah manusia yang belum bisa mengendalikan diri
yang memang semua didasari oleh faktor ekonomi yang menjerat kita, sehingga
mereka merelakan menjual nyawa sebagian orang yang tidak bersalah. Dalam satu
tahun saja bencana alam yang disebabkan oleh hutan yang gundul sudah terjadi
sebanyak 56 kerugian yang tak terhitung dan korban jiwa yang berjatuhan. Dampak
dari kerusakan hutan Penebangan hutan secara ilegal ini juga menimbulkan akibat yang sangat
merugikan bagi hutan itu sendiri maupun lingkungan di sekelilingnya. Secara
umum, dampak penebangan hutan menyebabkan: pertama, masalah pemanasan global;
kedua, masalah degradasi tanah; dan ketiga, mempercepat kepunahan
keanekaragaman hayati di dalamnya.
A.
Masalah pemanasan Global
Dampak dari
pemanasan global akan sangat meningkat bila kelestarian dan keutuhan hutan
tidak dipelihara. Ada beberapa akibat yang akan muncul akibat pemanasan global
ini, antara lain terjadinya perubahan iklim. Hal ini akan mempercepat penguapan
air sehingga berpengaruh pada curah hujan dan distribusinya. Akibat selanjutnya
adalah terjadinya banjir dan erosi di daerah-daerah tertentu. Seperti kasus
yang terjadi di Pontianak ( Kalimantan Barat ) dan Nias ( Sumatra Utara ) yang
menelan korban materi dan nyawa yang sangat besar. Musim kering yang
berkepanjangan juga akan melanda daerah-daerah yang areal hutannya digunduli,
bahkan dibakar. Sebagai contoh adalah kebakaran hutan Kalimantan Barat. Resiko
yang timbul kemudian adalah banyaknya lahan yang dibiarkan kosong.
B.
Masalah Degredasi Tanah
Penebangan
hutan secara tak terkendali pasti juga menyebabkan degradasi tanah dan
berkurangnya kesuburan tanah. Data dari Biro Pusat Statistik menyebutkan bahwa
lahan produktif yang telah diolah di Indonesia sebanyak 17.665.000 hektar.
Sebesar 70 % dari lahan itu adalah lahan kering. Sisanya adalah lahan basah.
Akibat penebangan liar yang terjadi banyak lahan kering yang tidak digarap.
Akibatnya erosi menjadi mudah terjadi dan tanah berkurang kesuburannya.
C. Mempercepat Kepunahan Keanekaragaman
Hayati
Masalah ini
cukup mendapat perhatian penting saat ini. Berdasar penelitian para ahli,
dikatakan bahwa jumlah spesies binatang atau spesies burung semakin berkurang,
khususnya di Kalimantan Barat. Akibat penebangan hutan yang dilakukan terus
menerus, banyak hewan yang menyingkir dan mencari habitat yang baru. Misalnya,
harimau Kalimantan semakin terjepit karena tempat tinggalnya semakin sempit dan
terus di babat. Bukan tidak mungkin bahwa tahun-tahun mendatang spesies harimau
akan punah. Para ahli memperkirakan bahwa pada tahun 2015 dengan penggundulan
hutan tropis di Kalimantan akan menyebabkan punahnya 4-8% spesies dan 17,35 %
pada tahun 2040.
Dalam sebuah situs Bapak Presiden Indonesia memberikan tips 6 cara
untuk menjaga kelestarian Hutan kita yaitu :
1.
Kita terus
berupaya menjaga kelestarian hutan primer agar hutan itu bisa menyerap CO2 yang
disebut carbon capture. Dengan menjaga hutan itu kita juga menjaga kelestarian
biodiversity yang luar biasa yang ada di negeri kita.
2.
Indonesia
terus bekerja untuk memberantas pembalakan liar, memerangi illegal logging.
Illegal logging yang untung adalah perusahaan-perusahaan yang menggunduli hutan
itu dengan keuntungan yang berlipat ganda.
3.
Indonesia
mencegah kerusakan dan menata penggelolaan lahan gambut. Ini harus dilakukan,
sebab kalau tidak maka akan terjadi emisi CO2 yang tidak kecil.
4.
Kita juga
terus melakukan penghutanan kembali, reboisasi, reforestation, dengan tujuan
kita ingin mengembalikan dan terus meningkatkan luasan hutan di negara kita.
5.
Indonesia
berupaya melakukan pencegahan dan menanggulangi kebakaran hutan. Kebakaran
hutan ini bisa karena alam, karena panas yang luar biasa, tapi kadang-kadang
juga karena kecerobohan masyarakat sehingga hutan terbakar.
6.
Meskipun
tidak dilakukan di hutan itu sendiri, tapi di seluruh negeri ini adalah gerakan
nasional menanam dan memelihara pohon yang tahun lalu sudah kita awali, kita
mulai dengan sasaran 1 miliar pohon setiap tahun. Hasilnya tidak akan kita
rasakan dua sampai tiga tahun dari sekarang.
Kronologi yang terjadi saat ini sebagian hutan
kita sudah gundul, namun kita telah berupaya dengan melestarikan hutan dengan
membuat suatu lembaga peduli lingkungan, dan memulai dari segala kepedulian
dari hal kecil dahulu seperti tidak membuang sampahsembarangan, tidak mengalih
fungsikan tanah, dan mulailah mulai saat ini dan selamany auntuk saling menjaga
dan mempertahankan hutan yang ada dengan terus menanam pohon sebagai asset kita
di tahun tahun depan.
No comments:
Post a Comment