Contact lens
adalah alat bantu penglihatan yang telah banyak digunakan oleh orang banyak.
Namun sejauh ini bagaimana kah cara pengunaan yang baik, karena banyak berita
menyiarkan bahaya menggunakan contact lens. Saya akan menginformasikan
bagaimana cara yang baik untuk menggunakan contact lens dengan baik tanpa
membahayakan diri sendiri.
Mata
memerah adalah gejala yang mengawali berbagai infeksi serius. Mata akan
kekurangan oksigen karena tertutup oleh lensa kontak, sehingga mata tidak dapat
bernapas. Sebagai hasilnya, mata akan terasa gatal dan kering, perlahan-lahan
mata akan memerah, berair, dan penggunanya akan kesulitan untuk melihat jelas.
Contact lens juga bisa mengakibatkan kebuataan pada mata disebut dengan "corneal
opacity". Cornel Opacity ini terjadi karena infeksi serius yang dialami
oleh mata dan dari infeksi tersebut terbentuklah bercak-bercak parut pada mata
yang bisa mengakibatkan kebutaan pada mata. Penggunaan contact lens yang baik
adalah tidak lebih dari 8 jam. Serta
perhatikan tata cara penggunaan contact lens yang baik dibawah ini :
1.
Tidur
menggunakan lensa kontak
Betapa pun lelahnya Anda setelah seharian
beraktivitas, jangan pernah lupa (atau malas) untuk melepas lensa kontak
sebelum tidur. Pada saat tidur, bakteri pada lensa kontak dapat tumbuh subur di
bawah kelopak mata yang hangat dan lembab. Hal ini berpotensi menyebabkan
iritasi kornea dimana pada jangka waktu panjang bisa membuat mata terasa sangat
sakit hingga mengalami kebutaan.
2.
Membersihkan
lensa tidak dengan pembersih khusus
Selalu gunakan larutan pembersih khusus lensa
kontak (solution) yang berfungsi tidak hanya meluruhkan deposit dan membunuh
mikrobakteria, tetapi juga dapat memberikan kelembaban yang lebih lama saat
lensa kontak dipakai. Jangan pernah membersihkan lensa kontak dengan air keran
karena mengandung kuman berbahaya bagi kesehatan mata. Anda dapat juga
membawa solution dalam kemasan kecil yang praktis
seperti Aquasoft Unidose agar tak perlu repot saat harus membersihkan
lensa kontak dimanapun juga.
3.
Menggunakan
lensa kontak melebihi masa pakai yang disarankan
Jika Anda membeli lensa kontak dengan masa pakai
1 bulan, maka setelah lewat dari 1 bulan sejak masa pemakaian, ada baiknya
untuk mengganti dengan yang baru. Sebaik apapun Anda menjaga kebersihannya,
lensa kontak yang sudah melebihi masa pakai yang disarankan beresiko
mengakibatkan infeksi mata yang memicu kebutaan. Ciri lensa kontak yang
sudah expired adalah mata terasa perih, gatal, atau mengganjal saat
dipakai.
4.
Menggunakan
lensa kontak milik orang lain
Sekalipun Anda memiliki ukuran minus atau
silinder yang sama dengan orang lain, bukan berarti Anda dapat saling bertukar
lensa kontak. Resiko yang akan timbul adalah penularan virus, infeksi kornea,
serta mata merah.
5.
Membeli lensa
kontak dengan harga murah yang tidak terjamin kualitasnya
Belilah lensa kontak yang telah teruji secara
klinis serta memiliki kualitas baik. Jangan mudah tergiur dengan penawaran
lensa kontak (khususnya yang berwarna) dengan harga murah namun dapat
menimbulkan kerusakan mata pemanen. Ada baiknya untuk mengkonsultasikan
terlebih dahulu jenis lensa kontak yang cocok lewat optisien dan dokter
mataAnda.
Bahan Dasar Pembuatan Soft
lens
Pada
awalnya, lensa kontak memang dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang setelah
muncul adanya softlens, maka lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard contact lens. Kaca lah
material yang dipakai sebagai bahan lensa kontak pada saat awal diperkenalkan,
sekitar tahun 1887. Baru pada sekitar tahun 1936, plastik mulai diperkenalkan
sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Namun hanya bagian pinggir lensa kontak
yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya (tengah) masih
menggunakan kaca. Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh bagian lensa
kontak baru dimulai pada tahun 1946. Plastik jenis PMMA adalah yang paling
sering dipakai.
Eksperimen
pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir - akhir
tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis
bahan polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim.
Bahan ini terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga
masa sekarang ini.
Softlens,
tidak lah berposisi sebagai pengganti hard contact lens, tapi hanya merupakan
pelengkap keberadaan lensa kontak. Terbukti hingga saat ini, lensa kontak
berbahan rigid/kaku masih tetap dibuat, bahkan terus dikembangkan, sebab ada
beberapa keunggulan fungsi yang tidak dapat tergantikan oleh lensa kontak
lunak/softlens. Salah satunya adalah kemampuan dalam membentuk ulang
(reforming) kontur permukaan kornea, sehingga dipakai dalam proses orthokeratology untuk mengatasi myopia ringan. Lensa
kontak kaku juga dapat mengeliminasi efek dari tidak ratanya kontur
kelengkungan kornea, misalnya pada kasus astigmatisme irregular yang disebabkan
oleh kontur lengkung kornea yang tidak beraturan. Kedua hal tersebut sampai
saat ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan softlens.
Bagaimana
masih kah anda ingin menggunakan softlens ?? saya sendiri tidak tertarik
menggunakan softlense karena melihat banyak yang mendapatkan resiko cukup
besar, namun jika penggunaan softlens sesuai dengan aturan dan petunjuk
pemakaian saya rasa cukup aman. Dan jangan lupa belilah softlens yang
berkualitas jangan melihat barang dari kuantitas.
No comments:
Post a Comment