Sunday, June 9, 2013

CONTACT LENS HILANGKAN PENGLIHATAN

Contact lens adalah alat bantu penglihatan yang telah banyak digunakan oleh orang banyak. Namun sejauh ini bagaimana kah cara pengunaan yang baik, karena banyak berita menyiarkan bahaya menggunakan contact lens. Saya akan menginformasikan bagaimana cara yang baik untuk menggunakan contact lens dengan baik tanpa membahayakan diri sendiri.

Mata memerah adalah gejala yang mengawali berbagai infeksi serius. Mata akan kekurangan oksigen karena tertutup oleh lensa kontak, sehingga mata tidak dapat bernapas. Sebagai hasilnya, mata akan terasa gatal dan kering, perlahan-lahan mata akan memerah, berair, dan penggunanya akan kesulitan untuk melihat jelas. Contact lens juga bisa mengakibatkan kebuataan pada mata disebut dengan "corneal opacity". Cornel Opacity ini terjadi karena infeksi serius yang dialami oleh mata dan dari infeksi tersebut terbentuklah bercak-bercak parut pada mata yang bisa mengakibatkan kebutaan pada mata. Penggunaan contact lens yang baik adalah tidak lebih dari 8 jam.  Serta perhatikan tata cara penggunaan contact lens yang baik dibawah ini :
1.     Tidur menggunakan lensa kontak
Betapa pun lelahnya Anda setelah seharian beraktivitas, jangan pernah lupa (atau malas) untuk melepas lensa kontak sebelum tidur. Pada saat tidur, bakteri pada lensa kontak dapat tumbuh subur di bawah kelopak mata yang hangat dan lembab. Hal ini berpotensi menyebabkan iritasi kornea dimana pada jangka waktu panjang bisa membuat mata terasa sangat sakit hingga mengalami kebutaan.   

2.     Membersihkan lensa tidak dengan pembersih khusus 
Selalu gunakan larutan pembersih khusus lensa kontak (solution) yang berfungsi tidak hanya meluruhkan deposit dan membunuh mikrobakteria, tetapi juga dapat memberikan kelembaban yang lebih lama saat lensa kontak dipakai. Jangan pernah membersihkan lensa kontak dengan air keran karena mengandung kuman berbahaya bagi kesehatan mata. Anda dapat juga membawa solution dalam kemasan kecil yang praktis seperti Aquasoft Unidose agar tak perlu repot saat harus membersihkan lensa kontak dimanapun juga.  

3.     Menggunakan lensa kontak melebihi masa pakai yang disarankan
Jika Anda membeli lensa kontak dengan masa pakai 1 bulan, maka setelah lewat dari 1 bulan sejak masa pemakaian, ada baiknya untuk mengganti dengan yang baru. Sebaik apapun Anda menjaga kebersihannya, lensa kontak yang sudah melebihi masa pakai yang disarankan beresiko mengakibatkan infeksi mata yang memicu kebutaan. Ciri lensa kontak yang sudah expired adalah mata terasa perih, gatal, atau mengganjal saat dipakai.   

4.     Menggunakan lensa kontak milik orang lain
Sekalipun Anda memiliki ukuran minus atau silinder yang sama dengan orang lain, bukan berarti Anda dapat saling bertukar lensa kontak. Resiko yang akan timbul adalah penularan virus, infeksi kornea, serta mata merah.   

5.     Membeli lensa kontak dengan harga murah yang tidak terjamin kualitasnya
Belilah lensa kontak yang telah teruji secara klinis serta memiliki kualitas baik. Jangan mudah tergiur dengan penawaran lensa kontak (khususnya yang berwarna) dengan harga murah namun dapat menimbulkan kerusakan mata pemanen. Ada baiknya untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu jenis lensa kontak yang cocok lewat optisien dan dokter mataAnda.

Bahan Dasar Pembuatan Soft lens
Pada awalnya, lensa kontak memang dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang setelah muncul adanya softlens, maka lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard contact lens. Kaca lah material yang dipakai sebagai bahan lensa kontak pada saat awal diperkenalkan, sekitar tahun 1887. Baru pada sekitar tahun 1936, plastik mulai diperkenalkan sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Namun hanya bagian pinggir lensa kontak yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya (tengah) masih menggunakan kaca. Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh bagian lensa kontak baru dimulai pada tahun 1946. Plastik jenis PMMA adalah yang paling sering dipakai.
Eksperimen pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir - akhir tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim. Bahan ini terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga masa sekarang ini.
Softlens, tidak lah berposisi sebagai pengganti hard contact lens, tapi hanya merupakan pelengkap keberadaan lensa kontak. Terbukti hingga saat ini, lensa kontak berbahan rigid/kaku masih tetap dibuat, bahkan terus dikembangkan, sebab ada beberapa keunggulan fungsi yang tidak dapat tergantikan oleh lensa kontak lunak/softlens. Salah satunya adalah kemampuan dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan kornea, sehingga dipakai dalam proses orthokeratology untuk mengatasi myopia ringan. Lensa kontak kaku juga dapat mengeliminasi efek dari tidak ratanya kontur kelengkungan kornea, misalnya pada kasus astigmatisme irregular yang disebabkan oleh kontur lengkung kornea yang tidak beraturan. Kedua hal tersebut sampai saat ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan softlens.
Bagaimana masih kah anda ingin menggunakan softlens ?? saya sendiri tidak tertarik menggunakan softlense karena melihat banyak yang mendapatkan resiko cukup besar, namun jika penggunaan softlens sesuai dengan aturan dan petunjuk pemakaian saya rasa cukup aman. Dan jangan lupa belilah softlens yang berkualitas jangan melihat barang dari kuantitas.








No comments:

Post a Comment